Exist Jambi News, Kota Jambi – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat layanan kesehatan berbasis pencegahan. Senin (9/2), Walikota Jambi Maulana bersama Wakil Walikota, Diza Hazra meres mikan bangunan serta pelayanan baru Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Jambi.
Peresmian ini menandai pening katan signifikan kapasitas Labkes da, baik dari sisi fasilitas, kenya manan ruangan, hingga kelengka pan pera latan laboratorium yang kini telah terstandar.
“Labkesda ini kita dorong agar pelayanannya semakin baik, rua ngan nya lebih nyaman, terstandar, dan peralatannya memadai untuk mela kukan berbagai pemeriksaan lab oratorium,” ujar Maulana saat di wawancarai di lokasi.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama Labkesda Kota Jambi saat ini adalah pemeriksaan kualitas air yang dikonsumsi masyarakat. Pemeriksaan tersebut mencakup air PDAM hingga depot-depot air minum yang jumlahnya cukup banyak dan beroperasi setiap hari.
“Labkesda kita sudah bisa mela kukan pemeriksaan kualitas air, terma suk mengecek ada atau tidaknya bahan-bahan berbahaya seperti logam berat,” katanya.
Selain air, Labkesda Kota Jambi juga telah mampu melaku kan pemeriksaan laboratorium terhadap maka nan, khususnya untuk mendeteksi kandungan berbahaya seperti boraks dan formalin.
Penguatan layanan ini dinilai penting seiring dengan bertam bahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Jambi yang saat ini telah men capai 76 dapur.
“Biasanya sebelum mulai berope rasi, produk makanan dari SPPG harus kita cek. Ke depan, kita harapkan dapur-dapur ini juga melakukan penge cekan secara perio dik,” jelas Maulana.
Tak hanya melayani kebutuhan internal Kota Jambi, Labkesda juga membuka layanan bagi daerah lain yang belum memiliki fasilitas labora torium kesehatan serupa. Hal ini sekaligus menjadi potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor jasa laboratorium.
“Daerah lain yang belum punya, silakan memanfaatkan Labkesda kita. Ini juga akan meningkatkan PAD Kota Jambi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Maulana mengungkap kan bahwa di lantai tiga Labkesda tersedia layanan pemeriksaan vektor penyakit, seperti nyamuk, tikus, kutu, tungau, hingga lalat yang berperan sebagai penyebar berbagai penyakit.
“Kita akan terus mendorong pening katan kapasitas pemeriksaan laborato rium, karena Kota Jambi sebagai ibu kota provinsi memiliki aktivitas usaha yang cukup tinggi,” kata dia.
Ia juga mengimbau para pelaku usaha di bidang air minum, depot air, hingga restoran untuk memanfaatkan layanan Labkesda guna memastikan produk mereka aman dan bebas dari bahan berbahaya.
“Silakan lakukan pemeriksaan di sini. Tarifnya sudah diatur dalam Perda dan Perwal, harganya terjang kau, dan semua pemeriksaan dilaku kan di Labkesda,” pungkasnya.
Dengan penguatan fasilitas dan layanan ini, Pemerintah Kota Jambi berharap Labkesda mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kua litas kesehatan lingkungan sekaligus men dukung peningkatan PAD dae rah.(*)