Tahukah Anda Dimana Letak Titik Nol , Tanah Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ?

EXIST JAMBI Jambi-Hampir disetiap daerah memiliki tanda penunjuk, berupa tugu atau monumen, seperti Tugu Siger Provinsi Lampung, yang terletak di bukit berdekatan dengan Pelabuhan Bakauheni. Titik nol kilometer diperlukan sebagai penanda jarak dari pusat kota ke daerah lain
di sekitarnya.

Biasanya, titik nol kilometer ditandai oleh monumen atau bangunan tertentu. Tapi tahukah Anda dimana letak titik nol Tanah Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.
Berawal dari percakapan bersama dua sahabat, Sakti Alam Watir dan Ardi Armaini, kami membicarakan, di mana lokasi 0 Km, Provinsi Jambi.


Berangkat dari pertanyaan terse but, kami mencoba mencari informasi kebera daan di mana sebenarnya letak titik 0 Km Provinsi Jambi.
Informasi awal dari seorang teman, menginformasikan bahwa titik 0 Km Provinsi adalah tepat di tugu Keris Siginjai Kota Baru, namun hal ini ter bantahkan, karena tak ada informasi yang valid, tentang titik 0 Km di tugu Si Ginjai, setidak tidaknya patok tanda yang mem buktikan tugu Siginjai adalah titik Nol.
Kemudian simpang siur ke bera daan Titik Nol provinsi Jambi, kian melebar, ada yang menyatakan, Tugu Juang di Sipin Ujung, Tugu Patung Sulthan Thaha di depan pelataran lapangan hijau di depan kantor Gubernur, dan ada informasi lain, kalaupun Tugu Pers yang berwujud tiga buah pena di kelurahan Murni adalah titik Nol Provinsi Jambi.
Dari berbagai pertanyaan, akhir nya ada informasi yang paling valid, karena sumber mengatakan Titik 0 Km Provinsi Jambi ini, di buktikan dengan sebuah tugu yang terletak di pinggiran Sungai Batanghari tak berjarak jauh dari Peru mahan Dinas Gubernur Jambi, yang lebih di kenal dengan Seputaran Ancol Jambi.
Informasi ini tidak selesai sampai disitu, informasi tentang titik 0 Km ada diseputaran Tanggo Rajo, atau ger bang pintu masuk menuju Gentala Arasy harus Kami telusuri malam itu juga.
Malam itu (21/07/2020) sekitar pukul 21.00 WIB, dengan bergerak dari Thehok, kami mencoba menye lusuri keberadaan lokasi 0 Km Provinsi Jambi, yang mungkin seba gian masyarakat Jambi belum atau tak tahu sama sekali di mana titik 0 Km itu berada.
Setelah berjalan lebih kurang 30 menit, kami sampai di pelataran trotoar Lokasi Ancol, yang tak berapa jauh dari perumahan Dinas Gubernur Jambi, tepat dipersimpangan tiga, di depan gerbang Tanggo Rajo menuju ke Gentala Arasy.
Tak begitu sulit menemukan titik 0 Km Provinsi Jambi , di belakang pagar pembatas, dan di halangi dagangan pedagang, Nampak sebuah tugu lebih tepatnya patok, berukuran 1×1 M dengan ketinggian 1 M, Nampak tak terawat, tak ada sama sekali yang menandakan tempat itu tempat yang begitu penting sebagai tempat awalnya perhitungan jarak, dari semua titik lokasi di Provinsi Jambi.

Liwa Ilhamdi,
Soal Titik Nol Daerah Lain
Sebuah patok, berukuran 1×1 M dengan ketinggian 1 M, nampak tak terawat dan tak memiliki kesan apa apa, tidak seperti dibeberapa daerah, seperti penuturan seorang tokoh Jurnalis Jambi yang telah berkeliling nusantara, saat menjadi wartawan Majalah Detektif Romantika ( D&R) terbitan Jakarta dan Warta Massa , Liwa Ilhamdi, menuturkan beberapa daerah titik 0 Km ditiap Pro vinsi, selalu ditandai dengan Prasasti atau tugu, seperti Menara Siger Lampung, Museum Bahari Jakarta, Monumen Titik Nol Sabang, atau Tugu Kembar Marauke.
Liwa Ilhamdi mengawali penjela sannya, Museum Bahari, DKI Jakarta
Tahukah kita dimana letak titik nol kilometer DKI Jakarta?, Tanya nya singkat.
“ Mungkin sebagian orang berfikir Monas, tapi ternyata bukan! Titik nol kilometer Kota Jakarta ada di Museum Bahar, berada di Jl Pasar Ikan No 1, Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Museum Bahari awalnya merupakan gudang penyim panan hasil bumi komoditas VOC. Pada tahun 1977 diresmikan jadi Museum Bahari oleh Gubernur Jakarta saat itu, Ali Sadikin. Bila berkunjung ke Museum Bahari, di sana kita akan menemukan aneka peralatan bahari yang ada di Indonesia. Bahkan, ada juga perahu kayu yang biasa digunakan warga Papua untuk mencari ikan” Liwa Ilhamdi dengan rinci menceritakan Museum Bahari.
Informasi selanjutnya, wartawan yang telah banyak pengalaman di dunia jurnalistik ini kembali melanjutkan pema parannya.
“Monumen Titik Nol Kilometer, Sabang, NAD, Titik nol kilometer di ujung barat Indonesia terletak di Kota Sabang, NAD. Sebagai penanda titik nol kilometer, dibangun sebuah monumen yang berada di bagian ujung utara Pulau Weh. Jika berkesempatan mengunjungi Kota Sabang sebagai kota terbesar Pulau Weh, jangan lewatkan berkunjung ke Monu men Titik Nol Kilometer ini, ya! “ ajaknya bersemangat.
“Monumen ini merupakan bangunan menara berbentuk silinder dengan tinggi 22,5 meter. Jika dilihat lebih dekat, di bagian ujungnya terdapat lambang burung garuda. Dari monumen ini, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan laut lepas. Tak hanya itu, pengunjung yang datang juga bisa melihat kawanan monyet yang menghuni hutan.” papar Putra kelahiran Merangin ini sambil tersenyum simpul .
Saat EXIST JAMBI kian tertarik dengan pemaparan, lelaki berusia sete ngah baya, namun masih tetap enerjik ini, meneruskan pemaparan selanjutnya, yaitu Tugu Kembar, Merauke, Papua.


Seperti mencoba mengingat ingat, akhirnya Liwa kembali menceritakan, “Sama seperti Sabang, Merauke juga memiliki monumen yang menandakan titik nol kilometer di ujung Timur Indonesia. Monumen ini disebut dengan nama Tugu Kembar, karena ditempatkan di dua tempat paling ujung Indonesia, yaitu Sabang dan Merauke.” Ujarnya
“Tugu di Merauke dinamakan tugu kembar karena mirip seperti yang ada di Sabang. Ini dimaksudkan untuk mengi ngatkan kalau luas Indonesia mencakup Sabang-Merauke, sama seperti salah satu lagu nasional “Dari Sabang Sampai Merauke”.jelasnya, sambil menghisap rokoknya dalam dalam.
Di akhir penuturannya, sambil mene guk kopi hangat, Liwa Ilhamdi kembali memaparkan titik Nol Km Daerah lainnya, Menara Siger Lampung, salah satu Monumen yang sangat apik, karena bentuknya artistic menerupai Siger, atau topi adat Wanita Lampung.
“Menara Siger adalah menara yang menjadi titik nol di selatan Sumatera. Menara ini diresmikan pada 30 April 2008 oleh Gubernur Lampung saat itu. Menara yang menjadi kebanggan masyarakat Lampung ini telah menjadi landmark dan salah satu objek wisata di Lampung.” jelasnya


Liwa Ilhamdi melanjutkan, “Jika dilihat secara fisik, Menara Siger dibangun dengan tetap menunjukkan budaya khas Lampung, yaitu warna bangunan kuning dan merah yang mewakili warna emas dari topi adat pengantin wanita. Menara ini memang dipersiapkan untuk pariwisata. Ini terlihat dengan adanya ruangan untuk wisatawan yang ingin melihat keindahan panorama laut dan alam sekitarnya. Saat datang ke menara ini, jangan lupa untuk mengabadikan foto di salah satu bagian menara yang ber tulisan “Titik Nol Pulau Sumatera” Akhirnya.
Liwa Ilhamdi berharap diakhir pema parannya, semoga Pemerintah Provinsi Jambi berkenan memperhatikan dan mengangkat keberadaan Titik Nol di Provinsi Jambi, dengan cara mengikuti daerah lain untuk membangun Tugu atau Monumen sebagai tanda letak Titik Nol Provinsi Jambi.(Eko)

Share This Story !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!