Pekerjaan Tanggul Dan Rehabilitas BWSS VI Di Mendahara Dipertanyakan

EXISTJambiNews.com ,Tanjab Timur – Ditengah masa pandemi Covid 19 dalam hal ini menyangkut pekerjaan tanggul dan rehabilitas Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWSS red) yang berada di Kelurahan Mendahara Ilir Kecamatan Mendahara terkait pelaksanaan dilapangan hingga saat ini masih menjadi pertanyaan.

Salah satu tim Landak yang berada di Kelurahan Mendahara Ilir yang berinisial JM saat dijumpai Exist Jambinews.com mengatakan, dari hasil pantuan dilapangan bersama tim, terutama menyangkut pekerjaan tanggul dan rehabilitas melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWSS) tepatnya tiga batang parit yaitu Parit Sinoran, Parit Jeruju hingga Parit Lapis dalam pekerjaan tersebut ditemukan ada kejanggalan,” kata JM kepada wartawan Exist Jambi.

Pada dasarnya rehabilitas tanggul tersebut memang masih dalam tahap pekerjaan, tidak menutup kemungkinan dari hasil sosialisasi BWSS VI dengan Pemerintah Kecamatan dengan tokoh masyarakat yaitu dengan catatan untuk tidak mengerjakan tanggul baru, tentunya yang diinginkan masyarakat dasar tanggul lama diutamakan kembali, malah sebaliknya pekerjaan tanggul terlalu kebibir sungai dampaknya bisa terjadi rawan longsor,”jelasnya.

” Dari dasar pantuan tim dilapangan terkait pekerjaan tanggul terlihat keluar dari jalur pekerjaan, yang seyogyanya badan tanggul seharusnya dilakukan pada posisi ketengah, malah kenyataannya badan tanggul terlalu mepet kebibir sungai, dampaknya bisa terjadi rawan longsor, pertanyaanya apakah memang seperti itu spek pekerjaannya, kemudian papan informasi seharusnya terpasang diareal pekerjaan, paling tidak dapat kita ketahui nama Cv atau PT yang melaksanakan pekerjaan dilapangan,” ungkapnya.

Terpisah dikatakan M, Yusuf merupakan mantan pengawas BWSS VI bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan tanggul yang dilakukan oleh rekanan kontraktor dilapangan, diduga ada penyimpangan apalagi mengacu pada spek atau gambar yang kita ketahui, sangat rawan terutama menyangkut ketinggian dan lebar badan tanggul selalu menjadi problema,” ujar M, Yusuf.

” Yang jelas pekerjaan tanggul dan rehabilitas melalui BWSS VI pada dasar selalu menjadi temuan dilapangan, apalagi kurangnya pengawasan,”tegasnya.

Sementara perwakilan dari Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWSS) Najai saat disambangi Exist Jambi mengatakan, menyangkut pekerjaan tanggul yang ada saat ini pada dasarnya memang masih tahap pekerjaan, mengenai adanya kejanggalan pekerjaan tidak menutup kemungkinan tetap kita lakukan perbaikan,” terangnya.

Saat ditanya, untuk pekerjaan tanggul dan rehabilitas melalui BWSS VI untuk alat excavator diperkirakan ada berapa, kemudian titik pekerjaan tanggul dimana saja yang akan dilakukan, begitu juga mengenai panjang keseluran pekerjaan tanggul kalau boleh tahu secara globalnya seperti apa, sebut Najai bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan excavator memang diperkirakan 16 alat.

Menyangkut titik pekerjaan tanggul, dari mulai Sinoran, Sungai Batang Hari hingga Desa Pangkal Duri Ilir, untuk panjang atau volume pekerjaan tanggul diperkirakan 50 KM meter, kita berharap pekerjaan tetap diupayakan semaksimal mungkin tergantung pengawasan yang ada dilapangan,”pungkasnya. (Mul).

Share This Story !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!