Pak Do : Seni itu Universal , Tidak Lagi Bicara “Tinta” Biru, Kuning, Hijau, Merah atau Warna Lainnya

Share This Story !

JAMBI. Rocky Candra Wakil Ketua DPRD propinsi Jambi membuka Pameran Kenangan Pers dan PameranLukisan/ Karikatur di Gedung DPRD Selasa (5/1) dalam rangka HUT Jambi 6 Januari.

Ditandai penandatanganan dipunggung Sakti Alam Watir (inisiator pameran).

Pameran Kenangan Pers H.Syamsulwatir M (perintis Harian Jambi Independent/mantan Ketua PWI Jambi) dan AK Mahmud (82 tahun) mantan Pimpinan Redaksi Mingguan Independent tahun 1974 dan Ketua PWI 1979-1989.

Turut memberi pengantar perwakilan Senirupa Bing F Laro, AK Mahmud dari Pers yang diawali  perwakilan panitia Ariansyah MN.

Sebelum acara dimulai baca puisi Raden Edi Kuncoro membacakan puisi berjudul “Sakti”, acara dipandu Bonarti Lubis and Frend.

Usai acara Rocky Candra menyambangi Buchari M mantan Kepala RRI yang juga Sekretaris PWI Jambi masa H.Syamsulwatir Ketua PWI Jambi tahun 1989.

Pameran lukisan bersama Sanggar  Tanah Pilih (Jambi) dan Cikindo Art.Galery (Bogor). Juga turut terlibat lukisan Kopi dan Teh dari Medan daen Karituris Senior Syahril Hannan yang berlangsung sampai bulan Mei 2021.

Disaat peninjauan karya- karya yang dipajang, Rocky Chandra, yang didampingi Sakti Alam Watir sang Inisiator pameran, AK. Mahmud mantan ketua PWI provinsi Jambi pertama dan Ariansyah MN sebagai ketua panitia, Wakil ketua DPRD Provinsi Jambi ini, tertarik sebuah karya karikatur yang di pajang, yang menampilkan para unsure ketua DPRD Provinsi Jambi, yang sedang melukis, dengan latar belakang Soekarno, presiden Pertama RI dan sederetan gambar para mantan gubernur.

Rocky Chandra, sempat bertanya dengan sang karikaturis Syahril Hannan, mengapa dalam gambar karikatur tersebut, dirinya memegang tinta berwarna biru, hal ini spontan dijawab oleh Syahril Hannan yang familiar dengan sapaan Pak Do.

“  Seni itu universal, sayo mencoba menyampaikan nya lewat karya saya, saat sudah menjadi senator, tidak lagi bicara “tinta” biru, kuning, hijau, merah atau warna lainnya, tapi menyatukan perbedaan warna itu menjadi lukisan yang indah, politik juga perlu seni, dan rakyat adalah bahan bakunya, untuk di buat lebih baik dan indah,lebih sejahtera dan makmur, lebih beradat istiadat dan berbudaya, “paparnya  (Saw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *