Navid, SH : Yok Kita Jaga dan Waspadai Bersama Politik Uang

ExistJambiNews, Jambi – Waktu pencoblosan tinggal menghitung hari, berbagai strategi pendekatan kepada konstituen untuk meraih suara terbanyak telah dilakukan oleh setiap Timses paslon, mengunjungi warga diberbagai tempat dan pelosok atau sekedar menyapa melalui media social.

Tim Relawan RTC, full bergerak penuh setelah pembentukannya 3 bulan yang lalu, mengunjungi warga hingga kepelosok dan pedalaman diberbagai Kabupaten di Provinsi Jambi.

Navid, SH sebagai direktur RTC (Relawan Taruna Cerah) yang memiliki ribuan anggota tim yang bergerak serentak, sesuai daerah masing masing, sangat mengapresiasi kerja dan kekompakan Tim.

“Saya sangat salut atas kerja kawan kawan, yang bergerak tanpa pamrih, hingga kepelosok pelosok daerah, yang saya lebih banggakan lagi, hingga hari ini (5/12/2020) menjelang masa tenang, dari ribuan anggota yang kita bentuk, kita tetap Satu hingga saat ini” Navid, SH bersemangat.

Disinggung soal banyaknya Timses yang membubarkan diri dari paslon lain, dan beralih bergabung dengan Timses CERAH, Navid,SH, memberikan sedikit gambaran fenomena yang terjadi dalam Pilkada Serentak saat ini.

“Adanya kepindahan beberapa orang atau Timses yang membubabarkan diri, bisa jadi karena persoalan adanya ketidak nyamanan mereka di Tim tersebut, karena adanya dominasi dan keinginan lebih berkuasa dari seseorang atau beberapa orang dalam Timses tersebut kelompok dan anggotanya, atau bahkan juga karena realitas yang sudah mulai terbaca kalau Paslonnya akan kalah atau kemungkinan kemungkinan lainnya” lanjut Navid, SH.

Sambil bercanda dan berseloroh, Navid, SH juga menanggapi tentang anggota Tim yang pindah kamar, karena tawaran baju seragam dan uang recehan.

“ Tapi di Timses RTC yang berjumlah Ribuan anggota, diberbagai kota dan kabupaten, tak luput juga ada yang pindah ke Tim lain, tapi tak banyak, hanya 2 orang, itupun anggota Tim, yang bagi saya, mereka ada, tak ada yang bertambah, dan merekapun pergi tak ada yang berkurang, hanya karena tergoda baju seragam dan uang recehan” Navid, sambil tertawa lepas, dihadapan para Timses yang sedang melaksanakan koordinasi akhir.

Lebih serius, Navid, SH menyinggung soal bahayanya politik uang, pergerakan senyap serangan fajar perlu diwaspadai. Kontestasi pemilihan umum saat ini dinilai tidak berpijak pada perkembangan nilai-nilai filsafat pemilu, pasalnya, praktik politik uang atau money politic dianggap masih menjadi persoalan dalam kontestasi demokrasi saat ini.

“Kontestasinya berpijak pada capital, baik uang atau barang, yang penting sayo punya uang, bagi-bagi uang, yang penting kito menang, itu yang perlu kito hindari, dari itu sayo mengajak,untuk sama sama mewaspadai politik uang ini” ajak Navid.

Untuk itu, Navid, SH  mendorong seluruh profesi dan akademisi dapat menggaungkan pilkada bermartabat. Konsep ini, dianggap manjur untuk menjaring kepala daerah yang ideal.

“Jadi semoga saja pemilihan Gubernur Jambi 2021 – 2024 ,  adalah Pilkada yang bermartabat yang menolak politik uang, yang menolak isu-isu SARA, yang menolak adu domba antar golongan, yang menolak hoaks. Dan mari kita sama sama ke TPS 9 Desember 2020 dan menetapkan 1  Hati, 1 Jiwa untuk memilih Cek Endra – Ratu Munawaroh,” ajak Navid, SH dengan semangat. (Yazid)

Share This Story !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!