Nasroel Yasier : KAD Dukung KPK soal Refocusing Covid-19 Jambi, 9 Fakta Integritas Ditandatangani

Share This Story !

ExistJambiNews, Jambi – Pencegahan penyelewengan dana bantuan penanganan Covid-19 di Provinsi terus ditingkatkan. Memasuki tahap III penyaluran bantuan penanganan Covid-19 di daerah tersebut September lalu, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi menjalin kerja sama dengan Pemeintah Provinsi (Pemprov) Jambi mengawasi penyaluran bantuan dan penggunaan dana penanganan Covid-19.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi, Johanis beberapa waktu lalu pada Sosialisasi Pencegahan Perbuatan Tindak Pidana Korupsi Pendampingan, Pengamanan Kegiatan dan Relokasi untuk Anggaran Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi di Kota Jambi, menegaskan, pihaknya berupaya keras mencegah terjadinya penyelewengan dana penanganan Covid-19 karena dana tersebut merupakan bantuan kemanusiaan. Oknum – oknum yang terbukti menyelewengkan bantuan kemanusiaan tersebut akan ditindak tegas.

Selain fihak kejaksaan yang  melakukan langkah pereventif dalam penyaluran dana bantuan, Fihak KAD  (Komite Advokasi Daerah ) Provinsi Jambi meminta fihak KPK lebih focus juga soal penyaluran bantun covid 19 ini.

Komite Advokasi Daerah Provinsi Jambi memberikan apresiasi positif terhadap KPK untuk mengawal dan mempertanyakan penggunaan anggaran penanganan Covid-19 diseluruh kab/kota.

“Apalagi khusus terhadap petahana yang mengikuti Pilkada 2020, kami dari KAD mendorong KPK menurunkan tim khusus mengevaluasi penyaluran bantuan langsung ke masyarakat terdampak, KAD meyakini soal penggunaan dana covid sudah menjadi perbincangan miring di public” tegas Nasroel Yasier, Ketua KAD Provinsi Jambi.

KAD ikut mengawal dan mengawasi 9 point Pakta Integritas Cakada dengan KPK, 9 point Pakta Integritas yang ditanda tangani oleh Calon Kepala Daerah Pilkada Jambi 2020 dihadapan KPK memberi sinyal terhadap penyelenggaraan pilkada oleh setiap pasangan calon agar tidak melakukan khususnya politik uang.

KAD menilai  pakta tersebut merupakan sinyal dan warning untuk pasangan agar berhati-hati untuk tidak melakukan hal-hal yang menciderai demokrasi dan melaksanakan program visi misi kedepan tidak menimbulkan kerugian Negara.

“KAD siap mengawal dan mengawasi untuk mencegah agar pakta integritas tersebut berjalan sesuai sebagaimana isi yang telah disepakati” Ujar Nasroel Yasier Ketua KAD (Yazid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *