Nasroel Yasier : Hentikan Sistim Ijon Dalam Tender Proyek

ExistJambiNews, Jambi – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya menangkap dan membongkar tindak pidana korupsi yang dilakukan warga negera Indonesia, termasuk kepala daerah.

Sejak berdiri Desember 2002 lalu hingga saat ini, KPK berhasil menangkap sejumlah kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. Pengungkapan kasus kepala daerah yang korupsi sejak 2019-2020 menambah deretan panjang catatan sejarah operasi tangkap tangan (OTT) KPK setiap tahunnya. Meskipun begitu, KPK menyesalkan mengapa masih banyak terjadi praktik korupsi yang dipelopori oleh pemimpin rakyat ini.

Komite Advokasi Daerah atau KAD Provinsi Jambi memandang perilaku korupsi tidak bisa dibiarkan. Harus diubah secepatnya, karena korupsi tentu merugikan masyarakat di daerah yang terdampak.

Komite Advokasi Daerah atau KAD Provinsi Jambi mengingatkan kepada Kepala Daerah Kabupaten/Kota hasil Pilkada 2020 untuk berhati-hati menggunakan APBD 2021.

“Karena Korupsi kian bertambah, kami mencoba mengingatkan kepada Kepala Daerah Kabupaten/Kota hasil Pilkada 2020 untuk berhati-hati menggunakan APBD 2021” tegas Nasroel Yasier sebagai Ketua KAD Provinsi Jambi.

“ Proses tender agar tidak dilakukan dengan sistem “di bawah meja” atau  ijon kepada rekanan, pelelangan harus terbuka bagi rekanan yang berminat mengerjakan proyek-proyek pemerintah dengan persyaratan yang diatur sesuai ketentuan” tegas Nasroel Yasier.

Jurnalis : M, Yazid

Share This Story !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!