Konferensi Nasional Bangsa Samudera : Upaya Angkat Keberadaan Candi Muarojambi Sebagai Warisan Dunia

Share This Story !

ExistJambiNews, Muaro Jambi – Sebuah mimpi besar diusung oleh Komunitas Pemuda Muarojambi, bersama Pemkab MuaroJambi, HPI, AJI, dan beberapa lembaga lain yang peduli peningkatan status Candi Muarojambi menuju Warisan Dunia Unesco dalam sebuah kerja kolaboratif, pada bulan Agustus-September mendatang. Adalah Konferensi Nasional Bangsa Samudera.

Festival yang gagasanannya adalah wujud dari dukungan pemerintah dan dukungan masyarakat Muarojambi bagi pengembangan kepariwisataan dan kebudayaan nasional oleh pemerintah pusat baik Kemenpar, Kemenag, dan Kemendikbud. Presiden Joko Widodo sendiri beserta jajarannya sebagaimana direncanakan, diagendakan akan hadir dan membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Seperti telah diketahui Presiden Joko Widodo sudah menitik beratkan pembangunan pada periode kedua pemerintahannya ini adalah pada apembangunan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang implikasinya terletak pada pembangunan sistem Pendidikan Nasional, Agama, Senibudaya dan kepariwisataan.

“Secara nasional kita sudah menndegar program Menag Yaqud Cholil yang menggadang-gadang Candi Borobudur sebagai kiblat atau pusat agama Budha dunia, nah kita menyambut hal itu dengan serangkaian program yang bisa menjadi satelit penting pengembangan program Pempus tersebut, yakni dengan akan menggelar Festival Bangsa Samudera,” kata Abdul Havis SPd, Ketua HPI Jambi.

Festival besar berkala nasional bertarget internasional ini, diyakini akan menjadi magnet tersendiri bagi program pengembangan fungsi Candi Borobudur oleh Menag tersebut. Pasalnya, sebagai sama-sama candi Budha maka Borobudur dan Muarojambi memiliki kesamaan fungsi masalalu yang kini tengah diupayakan direvitalisasi.

“Candi Borobudur adalah situs candi Budha terbesar di Dunia sementara Candi Muarojambi adalah situs candi budha dengan kawasan terluas di Asia Tenggara dan telah menjadi pusat pengembangan agama Budha di masa lampau. Kawasan Candi Muarojambi ini diyakini dulunya tidak hanya sebatas pusat kerajaaan Melayu melainkan juga sebagai universitas Budha terama dimasa Sriwijaya,” urai Ahok.

Karena itulah, imbuh dia, sebagai wujud dukungan dan sokongan tersebut digagaslah Festival bangsa Samudera yang akan digelar dalam rangakaian panjang dari bulan Agustus hingga September 2021.

Adalah beberapa bentuk kegiataan yang akan digelar diantaranya adalah, Saymebara penulisan Naskah Jalur Rempah, yang dimulaui pada 17 Agustus dan dilanjutkan dengan konferensi nasional jalur rempah pada 17 September. Juga ada konferensi Internasional , Sungai Sebagai Urat Nadi Dunia, yang diagendakan digelar pada 22 September. Serta rangkai pertunjukan langsung Sound of Borobudur yang diagendakan pada 23 September.

Selain dengan berbagai konferensi tersebut, kegiatan ini juga akan diisi dean dimeriahkan dengan berbagai Festival dan pertunjukan Senibudaya nusantara seperti Niti Sarasamucaya dari Kerinci, La Galigo dari Bugis yang merupakan karya sastra terpanjang di dunia, Majasad dan Karinding, kolbaorasi mantra dunia, Senandung Jolo dan Joged Melayu, Pemantik lakon adat dari Papua sampai Sumatera, Baselang Tengah Laman, Kolaborasi sastra mantra dunia, dan malam selaksa lampion di candi Gumpung.

“Selain itu, selama berlangsungnya Konferensi Bangsa Samudera ini, selain kegiatan napak tilas kebudayaan, juga akan diramaikan dengan berbagai bentuk kepelatihan dan workshop Aksara Incung Kerinci dan aksara Kawi. Kegiatan ini akan berlangsung setiap harinya selama sepekan pada saat diselenggarakannya Konferensi Jalur Rempah,” imbuh Ahok ang juga tokoh pemuda  Muarojambi, serta penggiat senibudaya muda Jambi.

Lebih jauh di tegaskannya, dikarenakan saat ini masih dalam masa pola hidup normal masa covid, maka dia memastikan seluruh rangkaian kegiatan akan mengikuti protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Penulis : Yupnical Saketi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *