In Memoriam : Mengenang Setahun Berpulangnya Bapak H. Abu Bakar Ahmad / Hatta (Kak Edy)…

Share This Story !

Kenanganku Dengan Kak Edy

Kak Edy, adalah sosok yang sangat di kenal di era 80 – 90, beliau adalah pemilik Radio El – Florida yang kemudian berubah menjadi Gita Swara Pravitasari.

Jaman itu hampir semua pendengar Radio, bahasa kren nya adalah FANS, begitu dekat dengan sosok yang bernama Kak Edy walaupun nama asli nya adalah H. Abu Bakar Ahmad atau Hatta,  begitu jauh nemang..nama udara dan nama darat.

1989, Saat pertama kali saya bergabung di radio GSP, yang saat itu masih bernama El Florida, sebulan saya nenjejakan kaki di Bumi Jambi.

Sebagai mahasiswa yang merantau, jangankan untuk merokok , untuk makanpun sulitnya minta ampun.

Nah dalam situasi prihatin, saat itu Radio El Florida yang masih berbangunan papan, membutuhkan penyiar, lewat 82 Calon penyiar El Florida yang melalui seleksi, saya berhasil lolos, kunci ke lolosan hingga lulus saat itu sebenarnya mudah, Penyiar Radio El Florida harus tampil dengan bahasa gaya anak muda, karena segmen Radio El Florida adalah anak muda dan musik POP.

Tiga ke untungan sekaligus, yang saya peroleh dengan bergabungnya saya di Radio GSP adalah, dapat gaji, hobby tersaluri dan sekaligus dapat tempat tinggal baru.

Waktu terus berjalan, Kak Edi yang terus eksis dengan acara Bilafianya, yang kadang juga berselang seling dengan Bang Anas mengisi acara Bilafia, sedangkan saya sekali sekali menggantikan mereka jika berhalangan, jatah acara saya pada saat itu adalah BISIKAN MALAM bersama KAK ARI, serta ceramah subuh dan Musik Pengantar Kerja setiap harinya.

Kalimat yang tak pernah akan saya lupa, sebagai mahasiswa perantau dan kekurangan, adalah kalimat kak Edy, setiap hari jika dia pulang selesai bekerja dan meninggalkan Studio.

” Fan (nama udara saya RIFANI) jangan lupa makan, mau beli makanan ambil uang di kaleng itu…” memang kalimat itu sederhana, tapi untuk saya yang saat itu memang tak pernah pegang uang lebih, rasanya menjadi suatu hal berharga, dan Alhamdulillah, walau di kaleng itu banyak uang hasil penjualan atensi Bilafia, saya tetap menjaga amanah, hanya untuk beli nasi bungkus.

Selamat jalan kak Edy, semoga engkau Husnul Khotimah..

GSP Langkah Awal ku di Jambi

Radio Elflorida/ GSP, tempat ku bernaung awal pertama tapak ku di Jambi…

Radio GSP 101.1 fm didirikan sejak tanggal 10 Januari 1974 di kota Jambi.Radio GSP FM, didirikan oleh H Abubakar Ahmad pada tahun 1974 yang dibeli dari salah satu radio amatir dan kemudian dijadikan badan hukum.Maka terbentuk radio GSP fm yang masih tetap eksis hingga sekarang

Pertama kali mengudara GSP FM dapat menarik pendengar radio lain, karena GSP FM satu-satunya radio yang memutar lagu pop, baik Indonesia maupun manca. Sementara radio lain di Jambi saat itu hanya memutar lagu dangdut. Dari awal berdirinya GSP FM tetap di jalur musik pop, dengan pertimbangan musik pop tidak akan ada masa jenuhnya. Di samping itu juga pendengar radio umumnya adalah kawula muda, yang pasti menyukai musik pop dibandingkan musik jenis lain.

GSP adalah nama baru pengganti nama sebelumnya yaitu EL-FLORIDA, sesuai dengan aturan yang dikeluarkan pemerintah kala itu.Manajemen radio GSP fm selalu melibatkan audiennya sebagai bentuk ikatan sebuah station radio dengan pendengarnya, kemudian menyelenggarakan angket pendengar, maka terpilihlah nama GITA SWARA atau SUARA LAGU.

Akan tetapi sesuai aturan dari Departemen.Kehakiman nama Badan Hukum harus tiga kata, maka dijadikanlah nama Gitaswara Prapitasari (GSP). Kebetulan sangat lekat di bibir masyarakat dan mudah diingaet, saat itu di awal 90 GSP Fm tercatat nama nama penyiar, Kak Kak Edy ( H. Abu Bakar Ahmad sekaligus pemilik), Anas, Kak Ari (Sukri), Kak Fani (Syahril Hannan), Mbak Diana, Mbak Nur, Mbak Tati, yang sangat Populer pada jamannya, itulah sejarah terbentuknya nama radio GSP fm.

Radio GSP FM terletak di jantung Kota Jambi. Jangkauan siarannya selain Kota Jambi, juga dapat didengar dengan baik di beberapa Kabupaten dalam Propinsi Jambi, seperti Kabupaten Muaro Jambi, Batanghari, Tanjab Timur, tanjab Barat, sebagian Kabupaten Bungo dan Tebo.

Di samping itu juga dapat ditangkap sempurna di daerah Banyulincir dan sebagian Sungai Lilin, yang masuk dalam propinsi Sumatera Selatan.Namun dengan mengaplikasikan kemajuan tekhnologi broadcast dan internet,maka radio GSP fm bukan saja hanya bisa dinikmati pendengarnya di coverage area tersebut melainkan dengan jaringan internet siarannya bisa didengarkan dari mana saja melalui audio streaming yang ditransmisikan melalui jaringan internet.(Syahril Hannan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *