Dalam Waktu Sehari, Donasi Untuk Bapak Tua Penjual Koran yang Alami Kecelakaan, Tercapai

Share This Story !

Exist Jambi News, Jambi – Hanya dalam waktu sehari, (31/12/2020) Donasi yang ditujukan untuk mengumpulkan bantuan untuk Bapak Tua penjual koran yang mengalami kecelakaan, cepat direspon oleh masyarakat Jambi.

Seperti kita ketahui sebelumnya, pada 11 Desember 2020 yang lalu, terjadi kecelakaan maut , pukul 05.10 pagi, di Talang Banjar di jalan M. Thaher tepat di depan di rumah makan Pusako 4, antara seorang bapak tua (70 tahun) berama Hamli yang berprofesi sebagai lopper koran dengan mengendarai motor tua merah dengan seorang anak muda (18 tahun) Dicky Ardiansyah, yang mengakibatkan. Bapak tua terluka dan koma hampir 10 hari di RS Erni Medika, sedangkan korban yang lain, Dicky Ardiansyah, yang sejak kecelakaan pada pagi itu, dan terlihat hanya terluka pada bagian wajah, namun pada pukul 18.20 WIB pada hari yang sama, meninggal dunia saat akan dilakukan operasi di RS. Raden Mattaher.

Selama hampir 2 minggu, bapak Hamli di rawat di rumah sakit, dengan mengandalkan asuransi Jasa Raharja, yang harus keluar rumah sakit pada tanggal 25 Desember 2020, walau kondisi belum membaik, terpaksa karena keterbatasan ekonomi dan biaya yang ditanggung nu Jasa Raharja sudah mencapai batas maksimal.

Dalam segala keterbatasannya, putra Pak Hamli, yang cacat tangan dan bekerja di Dinas Kebersihan kota Jambi, dengan mengikuti truk sampah, dan sebagai pengangkut sampah harian , pernah berusaha untuk berempati dengan keluarga korban meninggal, dengan menyerahkan uang 2 juta rupiah, namun ditolak.

“Saya sangat bingung pak menghadapi musibah ini, apalagi orangtua saya koma dan kedaan kami yang serba kekurangan, namun sebagai rasa prihatin saya, keluarga kami pernah berusaha mengumpulkan uang 2 juta, itu yang bisa kami bisa, yang kami serahkan kepada keluarga korban, walau kamipun  belum tahu siapa yang salah dan siapa yang benar, namun pemberian keluarga kami di tolak, dan meminta ganti biaya pemakaman, biaya dokter dan tahlilan yang jumlahnya 10 juta” Ibnu menyatakan hal itu seminggu setelah kecelakaan maut itu terjadi.

Lebih jauh Ibnu, menyatakan keresahannya, karena sempat di panggil ke Polsek Simpang Pulai pada 16 Desember 2020, untuk kembali dipertemukan dengan keluarga korban, dengan tetap menuntut untuk menyerahkan uang 10 juta.

“ Panggilan polisi memang tidak dapat saya penuhi, karena kondisi bapak saya tak bisa ditinggal, karena belum juga sadar, jadi saya mengutus Ade,  keponakan saya, untuk menemui keluarga korban, dan mereka tetap meminta uang 10 juta, dan apabila hal ini tidak dipenuhi akan diproses hukum” ujar Ibnu tertunduk.

“Sebenarnya soal uang santunan, orang tua korban itu telah mendapatkan santunan dari Jasa Raharja , kalau tak salah sebesar 50 juta, tetapi masih memaksa kami menyerahkan uang 10 juta, bukannya kami tak mau memberikan tuntutan mereka, tapi memang kami tak memiliki  uang begitu banyak” dengan wajah Ibnu yang semakin bersedih.

Namun situasi kesedihan yang di hadapi Ibnu Hajar, hampir sebulan ini berakhir, dengan mendapat kabar, Donasi yang di adakan Exist Jambi News dapat  tercapai, dan rencana Senin, (4/1/2021) Ibnu  akan mengantarkan uang yang diminta keluarga korban yang meninggal dunia.

Ibnu juga menyampaikan terimakasih kepada semua Donatur yang telah berempati terhadap  keluarganya,

“Alhamdulillah lah pak sudah tercapai semua , Kami sekeluarga mengucapkan  terima kasih kepada bapak dan abang abang  yang mendonasikan bantuannya, dan Exist Jambi yang juga  berjuang meringankan beban Pikiran kami semoga Allah lah yang menbalas semua nya ini amin amin” ucap Ibnu terharu dan bahagia. (Yazid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *