Berawal Dari Group WA, Garis Komando Pemenangan Al – Haris Diduga Dijalankan

Share This Story !

ExistJambiNews, Merangin- Al Haris dilaporkan berbuat curang ke Bawaslu, yang memanfaatkan jabatan Bupatinya dengan memobilisasi Aparatur Sipil Negera (ASN) di Pilgub Jambi.

Laporan itu menyebutkan para ASN di berbagai tingkatan, mulai dari Kepala Dinas, Kepala Bidang, Kepala Seksi hingga staf biasa digerakkan untuk membantu pemenangan Al Haris, paslon nomor urut tiga. Memanfaatkan aplikasi Whatsapp Grup sebagai garis komando.

 “Diminta kehadiran untuk rapat internal hari ini jam 10 di ruang Kadis pejabat eselon 2,3 dan 4 yang tertera seperti korlap kabupaten khusus kecamatan Pembarap. Membicarakan hasil rapat korcam kemaren. Tembusan hasil nanti diminta Bupati langsung. tks…”

 “Diminta dengan sangad. sikond sangat lah penting…dengan kerendahan hati apa bisa setelah jumat besok jam 14.00 pertemuan sekitar 20-30 menit untuk bicarakan persiapan akhir tanggal 9 masalah Kecamatan Pembarap. tsk..tidak diwakilkan. Tempat ruang Kadis…”

Beginilah tangkapan layar percakapan di salah satu grup WA, yang isinya para ASN salah satu dinas di Merangin. Mereka memanfaatkan WA grup sebagai jalur komunikasi. Termasuk memonitor kerja-kerja ASN di lapangan.

Dari pelapor, Adrianus, Jambi Link dan Dinamika Jambi ditunjukkan screenshoot percakapan mobilisasi itu. Tiap dinas, kata Adrianus, para ASN punya WA grup masing-masing. Mereka sengaja mengkamuflase nama grup dengan menggunakan kata-kata unik.

Misalnya Grup Utan Adat. Isinya Kepala Dinas beserta sejumlah pejabat eselon 3, 4 dan staf yang dipercaya.

Dari WA grup inilah garis komando berjalan. Si Kadis memonitor kerja bawahannya, termasuk menyampaikan intruksi lewat grup WA itu.

Di hari pencoblosan, grup-grup WA itu melaporkan perolehan suara kandidat di wilayah teritorial masing-masing. Misalnya Renah Pembarap merupakan kewenangan Grup Utan Adat, kamuflase salah satu dinas di Pemkab Merangin.

“Rekap TPS bang…”begitu arahan A, salah satu ASN di grup itu.

Lewat grup WA, mereka juga memelototi suara yang didapat atasannya, Al Haris. Jika meleset dari target, si penanggungjawab teritorial langsung mengarahkan.

“Suara tidak SAH di input juga,”tulis salah satu ASN.

Menurut Adrianus, para ASN yang bekerja di belakang layar itu dibekali SK. Yang menerbitkan SK adalah masing-masing Kepala Dinas. Si Kadis otomatis menjadi Ketua Tim.

Struktur tim ASN ini terdiri dari unsur pimpinan seperti Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, dan Bendahara. Di bawahnya ada Kelompok Kerja 1 (Pokja 1), yang misalnya membawahi Renah Pembarap, Markeh, Air Batu dan Marus Jaya. Begitu seterusnya Pokja II dan Pokja III. Masing-masing Pokja mengelola tim di wilayah yang sudah ditentukan.

“Semua bukti lengkap ini sudah kita masukkan ke Bawaslu,”kata Adrianus.

Adrianus sempat mendapat teror ketika membongkar masalah ini. Beberapa kali rumahnya di lempari orang tak dikenal. Ia juga kerap didatangi orang-orang utusan, yang mengajaknya berdamai.

Karena merasa terancam, Adrianus kini memilih bergeser ke tempat yang lebih aman.

Albert Trisman, Ketua Bawaslu Merangin menyebut Al Haris diperiksa penyidik Sentra Penegakan hukum Terpadu (Gakkumdu) terkait laporan dugaan memobilisasi ASN Merangin. Menurut Albert, dalam laporan itu disebutkan Al Haris selaku Bupati Merangin mengerahkan pejabat dan ASN Merangin untuk memenangkannya di Pilgub Jambi.

“Yang di laporkan itu ada 2. Dugaan netralitas ASN dan pengerahan ASN. Kita sedang lakukan pemeriksaan bersama Sentra Gakumdu,” ungkap Alber di ruang kerjanya, Sabtu kemarin.

Pemeriksaan itu tindak lanjut laporan dari provinsi. Yang kemudian diturunkan ke Merangin sejak 22 Desember lalu. Kata Alber, pemeriksaan sudah berlangsung sejak Jumat (25/12/2020), kemarin.

Pemeriksaanberlangsung secara maraton, hingga Ahad (27/12/2020).

Selain Al Haris, tercatat belasan orang pejabat Merangin telah menjalani pemeriksaan. Di antaranya Kepala Dinas (Kadis), Kepala Bagian (Kabag), Kepala Bidang (Kabid) hingga Kepala Seksi (Kasi).(JL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *